Nararya #1
Published December 7, 2011
Sebuah epos tentang babak runtuhnya Kerajaan Singhasari
serta cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit
Datanglah Seribu Topan Badai Utara!
Kudendangkan Selaksa Serat Ksatria
Krah-Sema-Dirada-Nagara
…Amuk!
Abad ke-13 adalah abad bergolakan. Di mana manusia, pahlawan, dan para raja di berbagai belahan dunia saling bergejolak dalam menggapai dan mempertahankan mimpi-mimpi mereka untuk berkuasa.
Adalah Kublai Khan, Kaisar Mongolia yang memiliki daerah kekuasan yang maha luas. Ia menguasai Asia, menyerbu Eropa, hingga semenanjung Arab. Ia merintis jalur perdagangan dari Asia hingga Eropa. Negeri-negeri yang ia taklukkan berada di bawah kekuasaannya. Di bawah sesorahnya, Kerajaan Mongol mencapai zaman keemasannya.
Sementara itu di Nusantara pun berdiri Singhasari. Sebuah kerajaan besar nan gagah di Pulau Jawa. Namanya tersohor ke mana-mana. Di bawah Raja Kertanegara, kekuasaan Kerajaan Singhasari mencapai masa-masa jayanya.
Tetapi bagi Kublai Khan ekspedisi penaklukannya kurang lengkap bila Mongolia tak mencaplok negeri-negeri kepulauan Asia yang kaya akan rempah dan hasil alam. Kublai Khan merasa Mongolialah kerajaan paling besar dan paling kuat di dunia. Maka ia pun ingin Singhasari mengakui kekuasaan Mongolia dan tunduk di bawah kekaisarannya. Sayangnya Kublai Khan kelewat percaya diri. Di dunia ini ada satu negeri yang tak pernah mau dan tak pernah berhasil Mongol taklukan, yaitu: Nusantara!

Peta Jalur Penyerangan
Setting cerita “Nararya” episode 1 terjadi pada tahun 1289 ketika Raja Kertanegara melukai Meng Chi, utusan Kaisar Kublai Khan, lantas terjadinya kraman kerajaan akibat pemberontakan Jayakatwang, menyerbuan pasukan Mongol, hingga munculnya tokoh Raden Wijaya yang kelak memproklamasikan berdirinya Kerajaan Majapahit.
Serial “Nararya” dibuat dalam bentuk animasi 3D di mana pada babak awal diproduksi sebanyak 13 episode (episode 1 mulai masuk pra produksi, November 2011). Script cerita ini ditulis oleh Daniel Mahendra, dan diproduksi oleh Animaraya Studio serta Telegraph.
* * *


